» Detail News

Rabu, 12 Juni 2019 - 16:10:32 WIB

Posting by : Deny
Category    : Corporate News - Reads : 32



Integra Indocabinet (WOOD) meraup cuan di tengah memanasnya perang dagang


Emiten PT Intergra Indocabinet Tbk (WOOD) menuai untung di tengah perang dagang yang semakin membara. Perusaahan asal Amerika Serikat mengalihkan ordernya ke negara Asean seperti Indonesia.

Corporate Secretary & Head of Investor Relation PT Intergra Indocabinet Tbk (WOOD) Wendy Chandra menjelaskan dampak dari perang dagang tentu memberi keuntungan untuk WOOD.

“Bahkan sebelum terjadi perang dagang produk WOOD sudah lebih kompetitif dibanding produk furnitur dari China,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (12/6).

Dengan kenaikan tarif terhadap produk China sebagai akibat perang dagang dari 10% sebelumnya naik menjadi 25% membuat produk kayu WOOD memiliki harga yang lebih kompetitif. Terlebih lagi, tarif 25% ini bukan satu-satunya yang mengurangi daya saing dari produk furnitur China.

Ada penerapan kebijakan pajak anti dumping dan pajak anti subsidi oleh AS kepada China yang malah memberi katalis positif bagi penjualan produk WOOD.

Asal tahu saja, pada April 2019 lalu aliansi swasta the American Kitchen Cabinet Alliance (AKCA) sudah mengisi petisi terhadap kompetitornya yakni China untuk meminta investigasi atas unfair trade yang bisa menyebabkan penerapan dua kebijakan tersebut lebih tinggi lagi.

Salah satu produk kayu yang kena kebijakan ini adalah produk Plywood. Akibatnya “Beberapa waktu ini sudah banyak customer dari AS yang mencari supplier di luar China terutama di Indonesia,” jelasnya.

Sampai saat ini permintaan AS ke produk WOOD terus meningkat. Wendy menjelaskan karena permintaannya terus naik jadi belum bisa disebutkan berapa nilai permintaannya. Namun target pendapatan tahun ini bisa mencapai Rp 3 triliun dan kontribusi ekspornya bisa di atas 20%. Perusahaan yang akan disasar di Amerika, Eropa dan Asia.

Target keseluruhan yang sudah ditetapkan WOOD pada awal tahun adalah tumbuh 40%-50% di tahun ini fokus pada produk unggulan yang di ekspor ke AS yakni millwork. 

Wendy mengklaim kontribusi prime moulding/millwork dapat mencapai 12% terhadap pertumbuhan penjualan ekspor.

Sebelumnya WOOD telah menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan salah satu perusahaan AS berbasis distributor dan pengecer produk komponen bangunan untuk mengirim millwork.

Wendy mengharapkan distribusi ke AS dapat tumbuh konsisten mencapai kapasitas penuh yakni 250 kubik per bulan atau sekitar 50% dari penjualan konsolidasi tahun 2018.






Sumber : www.KONTAN

  Tag :

wood




    Berita Terkait :

  • Sudah Menguat 49%, Reli Saham WOOD Belum Berhenti
  • Tambah kapasitas produksi, Integra Indocabinet (WOOD) siapkan capex Rp 200 miliar
  • WOOD Targetkan Penjualan Tumbuh 20%
  • Saham WOOD Ramai Ditransaksikan, Ini Penyebabnya
  • Jadi Penghuni Baru Pefindo 25, Saham WOOD Naik di Atas 5%