» Detail News

Jumat, 08 Februari 2019 - 10:12:36 WIB

Posting by : DEA
Category    : Corporate News - Reads : 111



Jejak Cuan Rp 1,38 T Milik TP Rachmat di BTPN Syariah


Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPS) menjadi bank syariah paling menguntungkan di Indonesia pada tahun 2018 dengan meraih laba bersih Rp 965 miliar, naik 44% dari tahun sebelumnya.

Namun di tengah keuntungan yang menjulang, PT Triputra Persada Rahmat, pemilik awal dari BTPS malah mundur bertahap dari bank ini. Triputra yang didirikan oleh pengusaha T.P Rachmat mengurangi kepemilikan saham secara bertahap di bank yang fokus pada pembiayaan mikro.

Setelah BTPS menggelar initial public offering (IPO) pada 8 Mei 2018, Triputra menggengam kepemilikan 27%. Nah, 3 hari berselang atau 11 Mei 2018, Triputra langsung melego 539,26 juta saham atau setara 7% kepemilikan, berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia.

Harga jual kala itu ditetapkan pada Rp 1.020 per lembar sehingga Triputra mengantongi dana segar Rp 550,04 miliar. PT Bank BTPN Tbk yang merupakan pengendali dari BTPS menjadi pembeli dari saham milik Triputra. Setelah transaksi ini kepemilikan Triputra turun menjadi 20%, sementara kepemilikan BTPN naik menjadi 70%.

Penjualan saham oleh Triputra kemudian berlanjut pada 31 Juli 2018, berdasarkan Laporan Tahunan BTPS 2018. Pada saat itu, Triputra menjual 770,37 juta saham atau setara dengan 10% kepemilikan.

Berdasarkan penelusuran CNBC Indonesia, penjualan saham ini dilakukan pada harga Rp 975 per lembar sehingga Triputra meraih dana Rp 751,11 miliar. Harga transaksi ini sama dengan harga BTPS ketika IPO, namun lebih rendah dibandingkan harga transaksi penjualan pertama maupun harga pasar pada hari itu sebesar Rp 1.615.

Setelah transaksi ini kepemilikan Triputra menyusut menjadi 10%, sementara kepemilikan publik bertambah jadi 20%.

Tidak berhenti di sana, Triputra pada 31 Januari 2019 kembali melego 50 juta saham BTPS. Triputra menjual saham BPTS di harga Rp 1.510/saham sehingga dana mengantongi dana sekitar Rp 75,5 miliar. 

Transaksi jual beli dilakukan pada 31 Januari 2019. Harga penjualan tersebut masih di bawah harga harian BTPS saat ini di level Rp 1.995-2.040/saham, dengan kapitalisasi pasar perusahaan mencapai Rp 15,25 triliun.

Ketiga transaksi penjualan tersebut membuat Triputra mengantongi dana segera sebesar Rp 1,38 triliun. 

Sebelum dikonversi menjadi bank syariah, BTPS sebelumnya bernama PT Bank Sahabat Purba Danarta. Bank ini diakuisisi oleh Triputra pada 2007. Bank Sahabat Purba Danarta kemudian diakuisisi oleh BTPN pada 2014 silam dengan kepemilikan sebesar 70%.


Sumber : www.CNBC Indo

  Tag :




    Berita Terkait :

  • Diam-Diam, Vale PDKT ke Inalum Tawarkan Divestasi 20%
  • Ramai di Pasar Nego, Saham BUMI & BMRI Diborong Asing
  • Trump Beri Harapan Palsu, Harga Minyak Lemas
  • Pecah Kongsi Rajawali-Felda, Koreksi Saham BWPT Berlanjut
  • Krakatau Steel Targetkan Produksi Baja 10 Juta Ton