» Detail News

Jumat, 07 Desember 2018 - 16:34:26 WIB

Posting by : Deny
Category    : Corporate News - Reads : 226



GOLD Berencana Menggelar Right Issue - Tambah Menara Hingga 500


Tambah menara telekomunikasi menjadi 500 tower, PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk (GOLD) tengah menghimpun dana di pasar. Dimana sumber dana pendanaan akam diambil lewat rencana perseroan melakukan penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue.”Tahun depan, kita akan gelar rights issue untuk menambah menara hingga 500 dari sebelumnya 305 menara,”kata Direktur Utama GOLD, Paulus Ridwan Purawinata di Jakarta, kemarin.

Hanya saja, lanjutnya, rencana itu tergantung manajemen GOLD setelah transaksi pengambilalihan 51% saham perseroan oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). “Jika transaksi closing, bisa saja kami ini jajaran manajemen GOLD diganti sesuai keinginan pemegang saham mayoritas baru,”tuturnya.

Menurut Paulus, transaksi pengambilalihan 160.446.200 saham perseroan milik PT Amanda Cipta Persada, PT Mulia Sukses Mandiri, Scavino Ventures Ltd dan Jonathan Chang, PT Lancar Distrindo dan PT Sukses Prima Sakti diharapkan rampung sebelum tanggal 25 Desember 2018.“Saya dengar closing-nya sebelum tanggal 25 Desember, setelah terjadi perubahan pemegang saham mayoritas maka dilanjutkan dengan penawaran wajib oleh TBIG,” kata dia.

Sebagai informasi, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk telah menandatangani perjanjian jual beli saham untuk dapat menyerap hingga 51% kepemilikan PT Visi Telekomunikasi Infrastruktur Tbk. Disebutkan, pelaksanaan penandatanganan perjanjian jual beli saham dilakukan pada 30 November 2018. TBIG mengambil alih 160.446.200 lembar atau 51% saham Visi Telekomunikasi Infrastruktur atau GOLD yang sebelumnya digenggam oleh PT Amanda Cipta Persada, PT Mulia Sukses Mandiri, Scavino Ventures Ltd., Jonatahan Chang, PT Lancar Distrindo, dan PT Sukes Prima Sakti.

Kata Direktur Tower Bersama Infrastructure, Helmy Yusman Santoso, perseroan berencana membeli 160.446.200 saham milik para penjual yang apabila diselesaikan, maka akan mengakibatkan perubahan pengendalian pada GOLD. Dirinya menegaskan, pada tanggal pengumuman negosiasi ini diterbitkan, baik secara langsung maupun tidak langsung TBIG tidak memiliki efek yang diterbitkan oleh GOLD dan posisi TBIG merupakan calon pengendali langsung baru.

Perseroan menjelaskan, tujuan dari pengambilalihan saham ini yaitu untuk mengembangkan usaha dan memperluas jaringan usaha perseroan, serta memperkuat bisnis perseroan di bidang jasa infrastruktur telekomunikasi. Tahun depan, perseroan menganggarkan belanja modal berkisar Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun. Dimana sebagian besar belanja modal diambil dari pendanaan internal.

Selain itu, lanjut Helmy, perseroan juga berencana menambah 2.500 tenant, baik di pulau Jawa dan di luar Jawa. Penambahan tenant yang akan dilakukan oleh TBIG ini akan sangat tergantung pada permintaan operator telekomunikasi mendatang. Perusahaan akan siap mendukung ekspansi yang akan dilakukan oleh operator telekomunikasi.

Sumber : www.NERACA

  Tag :

gold




    Berita Terkait :

  • Tak Ada Angin dan Hujan, Harga Saham GOLD Melonjak 25%