» Detail News

Kamis, 12 Oktober 2017 - 09:13:58 WIB

Posting by : Fransiska Lintang
Category    : Corporate News - Reads : 58



Intikeramik Mengubah Skema Rights Issue



PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk (IKAI) merombak rencana menerbitkan saham baru lewat hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atawa rights issue. Dalam prospektus yang diterbitkan Rabu (11/10), perusahaan ini mengubah harga penetapan serta jumlah perbandingan hak atas pembelian saham baru.

IKAI mengubah jumlah saham baru yang diterbitkan menjadi 3,32 miliar saham dari sebelumnya hampir 9,5 miliar saham. Nantinya setiap pemegang lima saham lama berhak atas 21 saham HMETD. Setiap satu HMETD dapat dilaksanakan menjadi satu saham biasa seri B baru.


Harga pelaksanaannya pun berubah. Harga pelaksanaan yang sebelumnya ditetapkan Rp 103 per saham, kini menjadi Rp 107 per saham. Perubahan ini membuat jumlah dana incaran turun hingga 63,64% menjadi Rp 355,65 miliar.

Jumlah pembeli siaga dalam skema anyar ini pun bertambah dari satu menjadi lima. PT Mahkota Properti Indo (MPI), yang dulu menjadi satu-satunya pembeli siaga, kini ditemani oleh Noble Well Holdings Ltd, Magical Land Investment Ltd, Wanderval Holdings Ltd dan PT Regnum Investama Nusantara.

Perombakan ini pun mengubah proporsi penggunaan dana hasil rights issue. IKAI urung memakai dana untuk akuisisi PT Mahkota Properti Indo Permata. Alhasil 33,74% atau Rp 120 miliar akan digunakan untuk gakuisisi PT Realindo Sapta Optima, sebanyak Rp 15,5 miliar untuk mengakuisisi PT Mahkota Artha Mas, Rp 15,25 miliar untuk akuisisi PT Mahkota Properti Indo Medan. Sisa dana rights issue digunakan untuk membayar utang.

Direktur Utama IKAI Teuku Johas Rafli mengatakan, perusahaan berharap rights issue dan akuisisi ini bisa dilaksanakan secepatnya. "Kami menargetkan HMETD dan akuisisi tiga perusahaan ini dapat selesai sebelum akhir tahun 2017," beber dia melalui keterangan resmi.
Sumber : www.kontan.co.id

  Tag :




    Berita Terkait :

  • Sukses Masuk Bursa, MTWI Berjanji Menekan Rugi
  • Saham BRI Paling Laris diburu Asing
  • PP Properti Bukukan Marketing Sales Rp 2,2 triliun
  • WIKA Kantongi Kontrak Baru Rp 34,07 triliun
  • Pakuwon Catat Marketing Sales Rp 1,8 T Akhir Q3